Minggu, 22 Mei 2011

Rahasia Al-Quran

[MSB]   Banyak orang yang tidak beriman kepada al-Qur’an sekalipun mereka mengaku sebagai orang yang beriman. Mereka menghabiskan hidup mereka dengan berpegang pada khayal­an, dan kehidupan mereka menyalahi al-Qur’an, bahkan mereka menolak al-Qur’an sebagai pem­bimbing mereka. Padahal, hanya al-Qur’an yang memberikan pengetahuan yang benar dalam masa kehidupan ini kepada setiap orang, dan al-Qur’an menjelaskan raha­sia-rahasia pencipta­an Allah dengan penje­lasan paling benar dan paling murni. Infor­masi apa pun yang tidak berdasarkan pada al-Qur’an adalah informasi yang tidak benar, dengan demikian informasi tersebut merupa­kan tipuan dan khayalan. Dengan demikian, orang-orang yang tidak berpegang pada al-Qur’an hidupnya dalam keadaan mengkhayal. Di akhirat, mereka akan dilaknat selama-lama­nya.


Dalam al-Qur’an, juga dalam shalat, perin­tah, larangan, dan akhlak yang baik, Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada umat manusia. Sesungguhnya semuanya ini meru­pa­kan rahasia penting, dan mata yang mau memperhatikan dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini di dalam hidupnya. Tidak ada sum­ber lain selain al-Qur’an yang dapat menjelas­kan rahasia-rahasia ini. Al-Qur’an adalah sum­ber istimewa bagi rahasia-rahasia ini, sehingga siapa pun orangnya, betapapun ia orang yang cerdas dan melek huruf tidak akan pernah me­ne­mukan rahasia-rahasia ini di tempat lain.

Jika sebagian orang tidak dapat memahami pesan-pesan yang tersembunyi dalam al-Qur’an, sedangkan orang lain dapat memaha­mi­nya, ini merupakan rahasia lain yang dicip­takan oleh Allah. Orang-orang yang tidak mengkaji rahasia-rahasia yang diwahyu­kan dalam al-Qur’an hidup dalam keadaan men­derita dan berada dalam kesulitan. Ironis­nya, mereka tidak pernah mengetahui penye­bab penderitaan mereka. Dalam pada itu, orang-orang yang mempelajari rahasia-rahasia dalam al-Qur’an menjalani kehidupannya dengan mudah dan gembira.

Sebabnya adalah karena al-Qur’an itu jelas, mudah, dan cukup sederhana untuk dipahami oleh setiap orang. Dalam al-Qur’an, Allah me­nya­takan sebagai berikut:

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا 



 “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepada­mu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” [QS. An-Nisa’ (4) : 174-175].

Namun demikian, kebanyakan manusia, meskipun mereka sanggup memecahkan masa­­lah yang sangat sulit, memiliki pema­ham­an dan mampu mempraktikkan filsafat yang sangat membingungkan, ternyata tidak mam­pu memahami hal-hal yang jelas dan seder­hana yang terdapat dalam al-Qur’an. Di samping tidak mampu memahami sifat dunia yang sementara, hari demi hari orang-orang seperti ini semakin dekat kepada kematian yang tak dapat dielakkan. Rahasia-rahasia dalam al-Qur’an merupakan rahmat bagi orang beriman, dan di sisi lain, al-Qur’an mem­­­­­berikan ancaman bagi orang-orang kafir, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Allah menjelaskan kenyataan ini dalam sebu­ah ayat sebagai berikut:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا


 “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur’an itu hanya­lah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim.” [QS. Al-Isra’ (17) : 82].

Ketika seseorang mem­baca ayat-ayat ini, dan perhatiannya tertuju kepada rahasia-rahasia yang terkandung da­lam ayat ini, maka yang harus ia lakukan ada­lah berusaha mengetahui maksud Allah di balik berbagai peristiwa, lalu memikirkan segala sesuatunya berdasarkan al-Qur’an. Maka, orang-orang pun akan menyadari dengan kesadaran yang mendalam tentang rahasia-rahasia tersebut, sehingga al-Qur’an akan mengendalikan kehidupan mereka dan kehidupan orang lain.

Semenjak orang bangun pada pagi hari, wujud dari rahasia-rahasia yang diciptakan Allah ini dapat dilihat. Untuk memahami raha­sia-rahasia ini, yang ia perlukan hanyalah selalu memperhatikannya, berpaling kepada Allah, dan bertafakur. Maka, ia akan menya­dari bahwa hidupnya sama sekali tidak tergan­tung pada hukum–hukum yang merugikan sebagaimana yang dipakai banyak orang, dan ia akan menyadari bahwa satu-satunya keku­asa­an dan hukum yang dapat dipercaya ha­nya­­lah hukum Allah. Ini merupakan rahasia yang sangat penting. Tidak ada kebaikan di dalam aturan-aturan dan praktik-praktik yang digunakan kebanyakan orang selama berabad-abad yang dianggap sebagai kebenaran yang pasti. Sesungguhnya, orang-orang ini telah tertipu. Kebenaran adalah apa yang dinyata­kan dalam al-Qur’an. Siapa pun yang mem­baca al-Qur’an dengan ikhlas, lalu memikir­kan berbagai peristiwa berdasarkan al-Qur’an dan iman, dan mendekatkan diri kepada Allah, ia akan melihat dengan jelas rahasia-rahasia ini. Perbuatan inilah yang akan mem­berikan pemamahan yang lebih baik bahwa Allah adalah Yang Maha Esa Yang mengen­dali­kan setiap makhluk, hati, dan pikiran, sebagaimana pernyataan Allah dalam sebuah ayat:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ


“Kami akan memperlihatkan kepada mere­ka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia me­nyak­sikan segala sesuatu?” [QS. Fush­shilat (41) : 53].

Sumber: Harun Yahya, Beberapa Rahasia Al-Quran.

8 komentar:

  1. Al quran memang pedoman hidup yang paling lengkap, isinya bahkan masih relevan dengan kehidupan zaman sekarang

    BalasHapus
  2. jd ingat saat2 qta kuliah bareng... biasanya klo bosan dgn cara penyajian dosen tertentu, qta bergosip sambil menulis kutipan2/potongan2 ayat2 dr qur'an... terus terang sejak itu diriku mulai dgn rajin melirik dan mengkaji kitab tsb... :), thanks sobat

    BalasHapus
  3. @Yunan:
    Akhi Yunan, sekarang banyak yang mengaku ahli malah berpendapat bahwa Al-quran yg hrs mengikuti perubahan zaman, Naudzubillah. Semoga Allah melindungi kita dari tergelincir dan mengikuti faham mereka.
    Salam Takzim.

    BalasHapus
  4. @yuyu djafar
    Ukhti fillah, semakin kita belajar...semakin banyak yang kita tdk tahu. "Wa laa uutitum mina'l 'ilm illa qoliila". Semoga studinya sukses dan sehat selalu.
    Tengkyu, Salam Takzim.

    BalasHapus
  5. Kita sebagai umat islam hendaknya kembali pada aL-QUR'AN

    BalasHapus
  6. @Kamal Hayat:
    Mari kita laksanakan. Terima kasih.

    BalasHapus
  7. jika mengaku sebagai muslim... sebaiknya hanya Al Qur'an dan Hadist yg dijadikan pegangan... tapi jangan hanya menelan mentah artinya secara harfiah saja.. tapi harus dengan pemahaman yg jelas agar tidak tersesat dalam bertindak...
    salam

    BalasHapus
  8. @Dea:
    Setuju Mbak Dea, semoga kita termasuk di dalamnya.

    Salam Takzim.

    BalasHapus