Sabtu, 28 Mei 2011

Antara Tahajjud dan Qiyamullail

[MSB]   "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” [QS Al-Isra’ (17):79-80] Dalam Al Qur’an, terdapat banyak ayat yang menuturkan tentang tahajud, perintah mengerjakannya dan keutamaannya.



Kata tahajud sendiri dalam bahasa Arab berarti bergadang, dari mashdar lafadz Alhujud yang dalam segi bahasa berarti Annaum (tidur), sedangkan tahajjud berarti azala Annaum (menghilangkan tidur), sedangkan menurut Istilah : Tahajud adalah Sholat Tathowwu' (sunah) pada malam hari yang di lakukan setelah tidur. (kitab Khosiyatani Syarh Minhajutholibin Lil Imam Nawawi Fyl Fiqhi Asyafi'i,... lihat lebih lanjut juz 1 hal 245 cet dar Ibnu Ashoshoh, Beirut). sehingga makna tahajud adalah salat sunah di malam hari yang dilakukan sesudah tidur. Tahajud juga bisa disebut sebagai qiyamullail karena pelaksanaan waktunya malam hari. 

Perbedaannya, jika tahajud hanya dilakukan sesudah tidur, qiyamullail bisa dilakukan sebelum maupun sesudah tidur. Selain itu, qiyamullail bisa berupa shalat seperti shalat hajat, istikhoroh shalat tasbih atau amal ibadah lainnya, seperti tilawah qur’an, dzikir. Sedangkan tahajud hanya berupa shalat saja. Kesimpulannya tahajjud pasti qiyamullail, tidak berlaku kebalikannya..

Allah mensifati qiyamullail dengan firman-Nya: ”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” [QS Al-Muzzammil (73):6]. 

 Dalam tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Hamka menjelaskan ayat tersebut sebagai berikut: ”Karena di waktu malam gangguan sangat berkurang. Malam adalah hening, keheningan malam berpengaruh pula kepada keheningan fikiran. Di dalam suatu hadits Qudsi, Allah berfirman, bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh, untuk menerima taubat orang yang taubat dan permohonan maghfirah (ampunan) hamba-Nya yang memohonkan ampun. Maksudnya ialah bahwa hubungan kita dengan langit pada waktu malam adalah sangat dekat.” 

Tahajud maupun qiyamullail merupakan ibadah yang menghubungkan hati kita dengan Allah. Ketika suara-suara telah lenyap dan mata-mata telah terpejam serta orang-orang tertidur lelap di pembaringannya, orang yang melakukan qiyamullail menjauhkan diri mereka dari kasur-kasur empuk dan dipan-dipan mewah lagi nyaman untuk menghidupkan malam dengan berkhalwat berdua dengan-Nya. 

Oleh karena itu, Allah menyanjung dan mengistimewakan mereka melalui firman-Nya: ”(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” [QS Az-Zumar (39):9]

Rasulullah SAW sendiri selalu menjaga qiyamullail, selalu mengerjakan qiyamullail sampai telapak kaki beliau bengkak. Padahal, beliau telah mendapat jaminan ampunan bagi semua dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang. Ketika ditanyakan kepada beliau, maka jawabnya, ”Tidak pantaskah aku untuk menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Qiyamullail merupakan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah dengan sabdanya, "Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan." (HR. Ahmad dan Tirmidzi). 

Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan untuk melakukan qiyamullail karena di dalamnya terkandung kebaikan yang agung dan pahala yang banyak, dengan sabdanya, ”Sesungguhnya ada waktu di malam hari yang tidak seorangpun dari seorang hamba yang berdoa pada saat itu untuk memohon kebaikan kecuali pasti akan Allah kabulkan.” (HR. Muslim).

Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur’an: ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” [QS Al-Isra’ (17):79-80]. 

”Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” [QS Ath-Thuur (52):49]. 

” Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” [QS Al-Insan (76):26]. 

Hamka menerangkan tentang tafsir ayat tersebut sebagai berikut: “Sholat lima waktu ditambah dengan tahajud di malam yang panjang itu adalah alat penting bagi memperkaya jiwa dan memperteguh hati di dalam menghadapi tugas berat melakukan dakwah. Sebab rasa dekat kepada Tuhan itulah sumber kekuatan sejati bagi manusia.” 

Qiyamullail merupakan kenikmatan dan karunia dari Allah terhadap hamba-Nya yang shaleh yang Allah mudahkan untuk beribadah kepada-Nya. Dengan qiyamullail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamullail, Allah mengabulkan doa. Dengan qiyamullail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa dan menangkal penyakit. Dengan qiyamullail, dapat semakin mendekatkan kepada Allah. Dengan qiyamullail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan qiyamullail, Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamullail, Allah akan memasukkan ke surga-Nya.

Termasuk tanda cinta kepada Allah adalah bermunajat kepada-Nya di keheningan malam. Sebagaimana ungkapan dari para ulama, ”Di dunia ini tidak ada waktu yang menyerupai waktu yang sangat di surga kecuali apa yang dirasakan oleh orang-orang shaleh di dalam hati mereka akan kenikmatan bermunajat kepada Rabb mereka.” 

Apabila malam telah gelap, Syadad bin Aus masuk ke kamar tidurnya, ia merasa gelisah, tidak bisa tidur, membolak-balikkan badannya bagaikan biji-bijian di atas penggorengan. Lalu, ia berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya panasnya api neraka telah menghilangkan rasa kantukku." Lalu, ia bangun untuk melakukan shalat malam hingga pagi hari.

Apabila malam telah menjadi gelap gulita mereka bangun untuk shalat Maka, pagi pun datang sedang mereka masih dalam keadaan ruku Rasa takut telah menerbangkan kantuk mereka, maka bangun Saat orang-orang yang merasa aman di dunia tertidur pulas Sedang mereka sujud di kegelapan malam sambil terisak Suara tangis mereka meretakkan tulang-tulang rusuk, Wahai orang yang mendamba cinta-Nya, ingatlah bahwa Nabi Muhammad SAW beribadah di malam hari hingga kedua telapak kakinya bengkak. Para salafussaleh dan orang-orang pilihan umat ini pun selalu beribadah di malam hari. Jadikanlah qiyamullail sebagai prioritas kegiatan ibadahmu. Tidakkah Anda senang jika Anda dapat berdampingan dengan mereka di syurga Adn? 

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang difirmankan-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” [QS Adz-Dzariyat (51):15-18]. 

Hanya karena Allah-lah orang selalu terjaga di kala malam. Hati yang dirundung takut dan pusing karena dosa tidak dapat tertidur. Dengan tuangan air mata ia menangisi kesalahannya. Dan malam pun tertutup dengan kehiruk-pikukkannya. Sebagai penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya. Kepada Raja yang para raja tunduk dan patuh kepada-Nya Wahai Tuhan, tidak ada yang maha memaafkan dosa selain-Mu Hanya kepada-Mu-lah, wahai Tuhanku, orang yang mengosongkan dirinya mencari pengampunan-Mu, Wahai Tuhan, ampunilah hamba-Mu ini.

5 komentar:

  1. Salam alaikum.. Kang Bagus..
    Subhanallah..saya baru tau kalau arti "tahajud" dalam bahasa Arab itu artinya "bergadang" :D maklum, saya bisa dikatakan belum pernah belajar bahasa Arab ..

    Amiiin atas doa Kang Bagus dan atas yang termuat dalam Adz-Dzariat:15-18.

    Oya, saya mohon maaf, terlambat satu hari balas komen di blog karena sistem komentar di intensedebate blog saya rada ngaco.. padahal sudah saya pasang tanpa moderasi.. mustinya bisa langsung termuat. Dari awal saya memang gak pernah menyensor komentar2 yang masuk, Kang. Mohon dimaklumi ya.. ^^

    BalasHapus
  2. hanif adzhar25 Juni 2011 21.48

    1.shaltu 'llail; shalatu 'ttahajjud; qiyamu 'llail; qiyamu ramadhan,(shalatu 'ttarawih), menurut sebagian 'ulama dinyatakan hanya beda nama tetapi amalnnya sama.
    2.penamaan shalatu 'ttarawih tidak terdapat pada hadis Rasulu 'llah saw, termasuk zaman shahabat, ia dimunculkan Imam Bukharu rahimahu 'llah.
    3. dialog saya dengan Kyai Mujab Mahalli, beliau menyatakan, bila kita mencari shalat tarawih (qiyaamu ramadhan) tidak akan kita dapatkan dalam kitabu 'shshalah, tetapi kita dapatkan pada "Kitabu 'shshiyam.", berarti shalat tsb. khushush pada bulan Ramadhan.
    4. 'Aisyah menyatakan jumlah rakaatnya 11, Ibnu Abbas menyatakan 13. sedangkan Rasulu 'llah hanya mengatakan dua-dua, beliau tidak membatasi jumalah raakaat. penjelasan ini terdapat pada "Fatawa 'ulama' baladil Haram." juga pada kitab Shalatu 'ttarawih oleh ulama Muhammad Ali Ashshabuni.
    5. kesimpulan saya, shalat terdebut 11, 13 rakaat dan tidak dibatasi dengan pasti oleh Rasulu 'llah saw.jumlah rakaatnya, beliau hanya mengatakan masna-masna.Abuya: Hanif Adzhar

    BalasHapus
  3. @MUXLIMO:
    Sama, saya juga baru belajar agama. Semakin banyak yang kita pelajari, terbukti ilmu kita sangat dangkal.

    Terima kasih, Salam Takzim.

    BalasHapus
  4. @hanif adzhar:
    Abuya Hanif, terima kasih menyempatkan berkomenttar guna menambah ilmu ananda di sini. Semoga ilmu ini bermanfaat sampai nanti.

    Salam Takzim Ananda.

    BalasHapus
  5. @Bagus H. Jihad
    Betul, Mas.. semakin kita tahu, semakin kita sadar kita banyak tak tahu.. Salam Takzim .. ^^

    BalasHapus