Jumat, 06 Mei 2011

Konsep Pendidikan Dalam Al-quran

[MSB]  Hari ini saya mau ngomongin masalah pendidikan lagi, mumpung masih anget. Lho koq! “Ya, iya lah, orang Indonesia gitu lho!” Bahasa kotornya adalah “anget-anget tahi ayam”. Kalo’ masih anget semua pada berkomentar, menganalisis, tapi bila sudah dingin, bersama-sama melupakan, walaupun masalah tersebut adalah masalah urgen bangsa, masalah yang mengatur hajat hidup orang banyak. Seperti masalah pendidikan ini. Apatah lagi, dalam beberapa hari ke depan Bangsa ini akan memperingati HarkitNas (hari Kebangkitan Nasional). Walau pun sudah sama-sama kita ketahui, bahwa sampai hari ini pendidikan kita belum juga bangkit.

Nah, berbicara mengenai pendidikan, hal ini merupakan aspek penting dalam Islam. Rasulullah saw bersabda,” tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga  liang lahad”. Dan semua aspek pendidikan telah dijabarkan dalam Al-quran. Tidaklah keliru jika dinyatakan bahwa Alquran adalah kitab pendidikan. Hampir semua unsur yang berkait dengan kependidikan disinggung secara tersurat atau tersirat oleh Alquran. Rasulullah, Muhammad SAW yang menerima dan bertugas menyampaikan serta mengajarkannya, menamai dirinya guru “Bu ‘istu mu ‘a li man, “begitulah sabda beliau.

Dalam rangka suksesnya pendidikan, kitab suci terlebih dulu membekali sang pendidik dengan berbagai petunjuk dirii. Dimulai dengan perintah “iqra’ bismi rabbika” (membaca dan meneliti karena Allah), disusul dengan perintah dan tuntunan yang dicakup wahyu kedua dan ketiga, “al-Muddastir” dan “al Muzzammi!”, yang antara lain berbicara tentang perlunya menyampaikan ajaran dengan mengandalkan kebesaran Allah (rabbaka fakabbir), penampilan yang menarik (tsiyaabaka fathahhir), dan tidak berorientasi pada materi (laa tamnun taktsir). Di sisi lain, diperintahkan-Nya dalam surah al-Muzzammil agar sang guru memperbanyak shalat di tengah malam, karena tugas yang dihadapi tidak ringan. Baca juga: “Memberantas Kebodohan”

Berbulan-bulan, bahkan dalan satu riwayat, disebutkan setelah tiga tahun dan turunnya wahyu pertama, barulah turun penintah untuk menyampaikan ajaran kepada masyarakat luas. Seakan-akan masa tersebut dijadikan Allah sebagai masa  persiapan untuk  melaksanakan tugas kependidikan tersebut.

Alquran, dalam menyajikan materi pengajaran atau pendidikan, memperhatikan bahwa peserta didik adalah makhluk yang tercipta dari unsur jasmani, akal, dan jiwa.

Dengan demikian, Alquran memandang, menghadapi, dan memperlakukan peserta didiknya dengan memperhatikan keseluruhan unsur tersebut secara serempak dan simultan. Baik dari segi materi pendidikan maupun waktu penyajian.

Perhatikanlah bagaimana Alquran merestui bahkan mengabadikan ucapan-ucapan Luqman ketika mendidik anaknya (silahkan baca: “Lukman, Lelaki Soleh yang Inspiratif”). Perhatikan juga bagaimana ia memanggil anaknya dengan panggilan mesra “ya bunayya”, sebagai isyarat bahwa mendidik hendaknya didasari oleh rasa kasih sayang terhadap peserta didik.

Luqman memulai nasehatnya dengan menekankan perlunya menghindari syirik atau mempersekutukan Allah. Larangan ini sekaligus mengandung pengajaran tentang wujud dan keesaan Tuhan. Bahwa ucapan Luqman itu pesannya berbentuk larangan, karena seperti bunyi ungkapan ini: attakhliyatu muqaddamun ‘ala attahliya (menyingkirkan keburukan mendahului penyandangan hiasan).

Setelah kewajiban pokok yang berkaitan dengan Allah. maka disusul dengan kewajiban terhadap orang tua, khususnya kepada ibu.

Ada hal yang menarik dan kedua pesan tersebut. Yakni, keduanya disertai dengan argumen: “Jangan mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan-Nya adalah penganiayaan yang besar.” Sedangkan ketika mewasiati anak menyangkut orang tuanya, dtekankan” Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.”  Bahwa hanya ibu yang disebut disini, adalah hal yang wajar. Namun itu bukan berarti ayah diabaikan. Sebab, ayah pun mengalami kepayahan pada saat mendampingi ibu ketika hamil dan pada saat bersama-sama dengan ibu mendidik anak-anak mereka. Bukankah menurut Alquran pendidikan anak itu tidak hanya merupakan tanggung jawab ibu, tetapi tanggung jawab ayah ? Perhatikanlah doa yang diajarkan Alquran ini,” Ya Allah, rahimatilah keduanya sebagaimana mereka berdua (merahmati kami dalam) mendidik aku ketika kecil (Q.S. al-Isra’, 17:24).

Demikian materi petunjuk yang disajikan Alquran, yang dibuktikan kebenarannya dengan argumentasi yang dipaparkan atau dibuktikan manusia melalui penalarannya. Materi pengajaran akidah yang diselingi materi pelajaran akhlaq bukan saja agar peserta didik tidak jenuh dengan satu materi, tetapi mengisyaratkan bahwa ajaran akidah dan akhlaq merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.


Sumber bacaan: Dr, Quraish Shihab dalam “Pendidikan Dalam Islam” dalam nun Edisi Shafar 1417H.



14 komentar:

  1. Blog pencerahan, makasih salam kenal jg, sdh d follow #18 ....

    BalasHapus
  2. great post. makasih mas udah mau berbagi.

    BalasHapus
  3. Nice Bacaan.! sukses selalu shbt.

    BalasHapus
  4. @Raddien: Terima kasih Pak, sudah mampir ke gubug saya. Semoga berlanjut.

    Tengkyu.
    Salam Takzim.

    BalasHapus
  5. @Gogotaro: Terima kasih sudah berkunjung, ada kesempatan sy pasti berkunjung lagi ke gogotaro.

    Tengkyu.
    Salam Takzim.

    BalasHapus
  6. @Berbagi Kreativitas: Thanks sudah mau berbagi ilmu dengan saya di blog sobat. Semoga tambah maju.

    Tengkyu.
    Salam takzim.

    BalasHapus
  7. Luar biasa.. begini nich.. blog yang bermamfaat.. sukses selalu pak... semangat !!! teruslah berkarya...

    BalasHapus
  8. Ouh yach.. mau dunk blog saya nampang di blog roll nya mas.. hehehe ntar saya follow mas.. ditunggu aja...

    BalasHapus
  9. @Opick Amikom:
    Terima kasih, Keep Blogging. Semoga Sukses menyertai anda juga.

    Salam Takzim.

    BalasHapus
  10. @Opick Amikom:
    Silahkan, link anda sdh saya pasangkan, silahkan dicek.

    Tengkyu.
    Salam Takzim.

    BalasHapus
  11. Seharusnnya pendidikan kita dibekali dengan Al-qur'an, agar paham makna pendidikan yang sesungguhnya

    BalasHapus
  12. @Kamal Hayat:
    Saya sangat setuju dengan pendapat anda, bilamana diperlukan maka Pendidikan agama merupakan slah satu mata pelajaran yang di-UAN-kan.
    Tengkyu.
    Salam Takzim.

    BalasHapus
  13. Postingan yang manfaat.! semoga kt tergolong org2 yg slamat dunia walakhirat.! dengan Ilmu. amin.

    Datang brknjng skalian bw Award. silhkan dijemput shbt klik Award By Berbagi Kreativitas

    BalasHapus
  14. @Berbagi Kreativitas:
    Terima kasih atas Awardnya, karena rasanya belum pantas menerimanya.
    Baik, sesuai dengan amanah anda, akan saya publikasikan.
    Sekali lagi Terima kasih, Salam Takzim.

    BalasHapus