Sabtu, 30 Juni 2012

Masih Ada Waktu Untuk Kita Renungkan


Bila masih mungkin kita menorehkan batin
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi

Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang tertimbun tanah
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta

Minggu, 27 Mei 2012

Sa'id Bin Amir Al-Jumahi RA (Gubernur Yang Miskin)


Sa'id bin Amir adalah orang yang membeli akhirat dengan dunia, dan ia lebih mementingkan Allah dan Rasul-Nya atas selain-Nya.

Adalah seorang anak muda Sa'id bin Amir Al-Jumahi salah satu dari beribu-ribu orang yang tertarik untuk pergi menuju daerah Tan'im di luar kota Makkah, dalam rangka menghadiri panggilan pembesar-pembesar Quraisy, untuk menyaksikan hukuman mati yang akan ditimpakan kepada Khubaib bin 'Adiy, salah seorang sahabat Muhammad yang diculik oleh mereka.

Rabu, 09 Mei 2012

'Abdullah Bin Hudzafah as-Sahmiy RA (Dipaksa Mencium Kepala Kaisar, Asalkan Tawanan Kaum Muslimin Bebas)

'Abdullah Bin Hudzafah as-Sahmiy RA (Dipaksa Mencium Kepala Kaisar, Asalkan Tawanan Kaum Muslimin Bebas) 

"Sudah sepatutnya setiap Muslim mencium kepala Abdullah bin Hudzafah as-Sahmiy dan saya adalah orang pertama yang melakukannya" (Umar bin al-Kaththab)


Pemeran cerita kita kali ini adalah salah seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Hudzafah as-Sahmiy.

Boleh saja sejarah tidak mengangkat pembicaraan tentang tokoh ini sebagaimana telah berjuta-juta orang arab sebelumnya yang tidak pernah diangkat. Akan tetapi Islam yang agung telah menakdirkan Abdullah bin Hudzafah as-Sahmiy bertemu dengan para pembesar dunia pada zaman itu; Kisra Persia dan Kaisar Romawi. Kisah ini kemudian diabadikan oleh sejarah sepanjang zaman. 


Kisahnya bersama Kisra raja persia terjadi pada tahun ke-enam Hijriyyah ketika Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam berkeinginan mengirimkan sekelompok para sahabatnya untuk mengantarkan surat kepada raja-raja 'Ajam (non Arab). Surat tersebut berisi ajakan beliau kepada mereka untuk memeluk Islam. Dan Rasul Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam sangat menyadari bahwa tugas ini amat berbahaya.

Senin, 30 April 2012

Khaulah Binti Tsa’labah (Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh)


Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.

Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, "Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku." Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah berkata, "Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.

Jumat, 06 April 2012

Tertawa


Allah telah menciptakan tertawa, sebagaimana firmanNya:
وَأَنه ُُهوَ أَضحكَ وَأَبكى
"Dialah dzat Allah yang menciptakan tertawa dan menangis".

Tertawa adalah sifat Allah, sebagaimana disebutkan di dalam hadits:

يَضْحَكُ اللهُ إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا ْالآخَرَ يَدْخُلاَنِ الْجَنَّةَ,يُقَاِتلُ هذَا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَيُقْـتَل, ثُمَّ يَتُوْبُ اللهُ عَلىَ اْلآخَرِ فَيُسَلِمَ فَيُقَاِتلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَيَسْتَشْهِدَ

"Allah tertawa terhadap dua orang, dimana salah satunya membunuh yang lain dan mereka berdua masuk surga. Yaitu seseorang berjihad dijalan Allah kemudian dia terbunuh padanya, lalu Allah menerima taubat orang yang membunuh tersebut setelah masuk Islam, kemudian ia berjihad dijalan Allah dan akhirnya mati sahid".

·         Memperbanyak ketawa adalah sifat tercela sebagaimana sabda Nabi:

Jumat, 23 Maret 2012

Sikap Memaafkan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan


SIFAT MEMAAFKAN DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
  
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an,"...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah.

Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.

Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.

Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.

Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

Salam Takzim,
Bagus H. Jihad

Rabu, 22 Februari 2012

Metonic Cycle (Hitungan Hari, Bulan dan Tahun)


Pembaca telah mendapatkan pengetahuan bahwa kata-kata dalam al-Qur'an mempunyai makna yang bertingkat. Beberapa kata mempunyai arti langsung, tetapi yang lain tidak, atau belum tentu. Misalnya saja, kata yang berarti bulan adalah syahr, dalam al-Qur'an disebutkan sebanyak 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam 1 tahun. Sedangkan kata yang berarti hari adalah yaum, yang disebutkan 365 kali dalam al-Quran. Ini juga sesuai bahwa 1 tahun rata-rata sama dengan 365 hari. Tetapi kata yang berarti tahun, yaitu sanah disebutkan dalam al-Qur'an sebanyak 19 kali! Bagaimana kita memahaminya?

Senin, 05 Desember 2011

Sholawat Tarhim

Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu

Minggu, 25 September 2011

Membersihkan Jiwa (Tazkiyatun Nafs), Kiat dan Urgensinya


Baguse-rek

Cita-cita terbesar yang ingin dicapai setiap hamba adalah kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan itu hanya bisa diraih dengan senantiasa mensucikan dirinya (tazkiyatun li nafsih) dengan beramal sholeh dan taat kepada Aah SWT. Menjauhi segala perbuatan dosa dan semua yang diharamkan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam [QS. Asy-Syams (91): 9-10], yang maknanya: “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya”.

Minggu, 11 September 2011

Syawwal, Kesinambungan Anugerah Ramadhan


[MSB]  Marilah kita syukuri segala karunia Allah yang tiada terhingga dan tidak terbatas. Apapun yang kita minta dan inginkan, Allah siap memberikan seluruhnya kepada kita sesuai kebijakanNya. Baru saja kita lewati bulan Ramadhan, mudah-mudahan amal shalih kita dalam bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Taqabbalallaahu minna waminkum, taqabbal yaa kariim.

Anugerah yang kita peroleh secara psikologis/kejiwaan selama bulan suci Ramadhan, yang diharapkan dapat kita lestarikan selama 11 bulan yang akan datang adalah kebiasaan untuk selalu beramal shalih, kebiasaan menjadi hamba yang bertaqwa. Kebiasaan adalah menjadi tujuan Inti dari puasa dan anugerah terbesar selama Ramadhan.

Minggu, 04 September 2011

Apa Kata Al-Quran Tentang Bulan ?

Baguse-rek
[MSB]  Penentuan waktu datangnya awal Ramadhan di Indonesia secara serentak membersitkan harapan agar lebaran tahun ini juga dapat serentak di seluruh Indonesia. Ternyata, Hari Raya, Lebaran Idul Fithri 2011 atau 1 Syawal 1432H, telah kita rayakan secara berbeda. Penetapan yang dilakukan oleh para Ahli (ilmu Falaq dan Astronomi) serta para Ulama’ ternyata menghasilkan ketetapan yang berbeda. Tetapi apapun perbedaan itu, semuanya menyangkut adanya Bulan, baik secara Rukyah maupun Hisab. Terkait dengan hal tersebut, pada kesempatan ini, saya kutipkan beberapa ayat dalam Al-Quran al-Karim mengenai bulan.

Rabu, 31 Agustus 2011

Kepekaan terhadap Ayat-ayat ALLAH

Baguserek
[MSB]  Beberapa macam keimanan manusia telah disebut dalam Al-Qur’an. Ada yang kafir dan ada yang mukmin. Ada yang menjadikan Al-Quran sebagai bahan tertawaan, ada pula yang mengimaninya, bahkan hanyut dalam kesyahduan setiap kali mendengarkannya. Ada yang beriman setengah hati, ada pula yang beriman dengan sepenuh hati. Bagaimana tanda-tanda keimanan yang sepenuh hati itu?

Senin, 29 Agustus 2011

Urgensi Membaca dan Mengamalkan Al-Quran

[MSB]  Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah. Kapan dan dimana? Dalam keadaan apapun dan di manapun kita berada. Termasuk takwa adalah kita berusaha semaksimal mungkin membangun diri dan keluarga kita menjadi keluarga Qur’any. Keluarga Qur’any adalah mereka yang hidup dan kehidupannya selalu diliputi oleh sifat-sifat ke Quran-nan, yaitu selalu cinta kepada nabi dan keluarganya, serta membaca Al-Quran yang diturunkan kepadanya.

Sebagaimana yang diwasiatkan oleh Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib k.w. yang maknanya: “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga hal:

Selasa, 23 Agustus 2011

Al-Quran Pusat Ilmu Pengetahuan

[MSB]
Kalimat takwa sudah sering kita dengar, dan memang inilah yang selalu dipesankan para khatib Jum’at, karena merupakan salah satu rukun khutbah. Takwa secara singkat adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Namun demikian, perintah Allah yang pertama sebelum yang lain itu uniknya adalah iqra’ (membaca), yang juga wahyu 
pertama dalam surat al-’Alaq. Yang dibaca apa, Allah tidak membatasi.

Senin, 22 Agustus 2011

Keajaiban Al-Quran

Paus Mencium Al-Quran

Untuk memperingati turunnya Al-Quran yang Karim, di bulan yang Mubarok ini, baguse-rek menemukan 4 buah artikel, yang sangat tepat sebagai renungan kita. Keempat artikel itu adalah,

Keajaiban Al-Quran dan Al-Quran Pusat Ilmu Pengetahuan oleh Prof. Dr. H.M. Roem Rowi, MA
Urgensi Membaca dan Mengamalkan Al-Quran, oleh KHM. Bashori Alwi Murtadlo
Kepekaan Terhadap Ayat-ayat Allah, oleh Prof. Dr. HM. Ali Aziz, M.Ag.

Rabu, 17 Agustus 2011

Dimana posisi Taqwa Kita?

Marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Peningkatan ketaqwaan dalam arti usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Masing-masing manusia berbeda cara mencapai ketaqwaan ini. Ada seorang mufassir dan muhaddis terkemuka, Syekh Muhammad bin ‘Alan Ashodiqy (1996- 1057 H), Membagi ketaqwaan itu menjadi 3 tingkatan, yaitu:

Sabtu, 06 Agustus 2011

Jin, Syetan dan Iblis


[MSB]  Anda pasti sudah pernah mendengar Hadist ini. Hadist ini banyak dikutip para Da’i  menjelang bulan Ramadhan dan selama pelaksanaan puasa Ramadhan. Hadist tersebut berbunyi:

Selasa, 02 Agustus 2011

Temanmu Yang Seperti Apa ?

[MSB]   Semua manusia mencari teman sejati. Mereka mencari orang untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka, orang yang bersedia membantu di saat mereka mengalami kesulitan, yang menunjukkan jalan keluar pada mereka ketika mereka tidak sanggup menemukan apapun, yang bersedia mencintai mereka di setiap keadaan, yang setia, melindungi, menyikapi kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat dengan lemah lembut, dan yang tidak akan meninggalkan mereka baik ketika mereka sedang sakit, sehat maupun ketika telah mencapai usia tua.
Akan tetapi, terdapat dua jalan yang dapat dipilih seseorang dalam mendapatkan teman yang demikian. Yang pertama adalah jalan dari Yang Pengasih, sebuah ketetapan nilai moral (akhlâq) Al-Qur’ân yang dipilih oleh mu’min karena ridhâ Allah. Sedangkan jalan yang lain adalah cara berteman yang didasari pada kepentingan dan keuntungan duniawi. Dalam artikel ini, kita akan melihat alasan-alasan yang mendasari dua kepentingan tersebut, menjelaskan perbedaan-perbedaan antara ikatan pertemanan yang kuat diantara mu’min dan non mu’min yang hanya didasarkan pada kepentingan duniawi.

Minggu, 31 Juli 2011

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan

Wahai manusia!

      Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmah dan maghfirah (ampunan). Bulan yang paling mulia di sisi Allah, hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama, inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu, ibadahmu, amal-amalmu di terima dan do’a-do’a mu di ijabah.

      Bermohonlah kepada Allah, Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allahmembimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

Rabu, 27 Juli 2011

10 Teknik Membangun Motivasi Optimalisasi Ramadhan


[MSB] ~ Melanjutkan pembicaraan mengenai puasa Ramadhan, pada posting sebelum ini Baguse-rek sudah ketengahkan tentang 10 Cara Menyambut Ramadhan, yang dikemukakan oleh Ust. Musyaffa Ahmad Rahim, Lc. ~semoga Allah merahmati beliau~ yang selanjutnya mengemukakan mengenai 10 Teknik Membangun Motivasi Optimalisasi Ramadhan, sebagai berikut: