Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2011

Antara Tahajjud dan Qiyamullail

[MSB]   "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” [QS Al-Isra’ (17):79-80] Dalam Al Qur’an, terdapat banyak ayat yang menuturkan tentang tahajud, perintah mengerjakannya dan keutamaannya.

Sabtu, 30 April 2011

Hidup Sebagai Ajang Kompetisi, seleksi dan Prestasi

[MSB]

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung. [QS. al-Jumu’ah (62) : 10].

Setelah kita menunaikan kewajiban shalat untuk menghubungkan diri kepada Allah, kita harus bertebaran di bumi untuk meraih karunia Allah. Jadi kita harus bergerak, harus bekerja, harus menyebar, harus aktif, harus produktif.

Sebagai umat slam kita tidak boleh lengah, tidak boleh santai, tidak menyia-nyiakan waktu, tidak menyia-nyiakan harta yang kita miliki, tidak melupakan peraturan yang digariskan Allah SWT. Orang Islam itu harus berkompetisi, harus bersaing dengan orang lain, fastabiqul khaoirot (berlomba dalam kebaikan).

Minggu, 24 April 2011

Tarku’sh Sholah



[baguse-rek]      Tarku’sh sholah, yaitu meninggalkan atau menyia-nyiakan shalat. Pelakunya disebut pula taariku’sh shalah yaitu orang yang meninggalkan shalat. Sebuah perjanjian atau ikatan yang menjadi pembeda antara kita kaum mukminin dengan kaum kafirin adalah shalat. Sehingga shalat menjadi salah satu indikator utama keimanan seseorang. Shalat juga merupakan faktor kecemerlangan seorang muslim (baca: #Tip. Cemerlang dengan Shalat).

      Bukti bahwa kita beriman kepada Allah adalah shalat. Karena shalat merupakan media komunikasi dengan Dzat yang diimaninya. Karena kita beriman maka kita perlu dan butuh shalat. Dengan demikian shalat tanpa ada sesuatu yang diimani, maka tentu akan tidak jelas tujuannya, pun pula jika kita beriman dan tidak shalat maka menunjukkan bahwa tidak ada yang kita imani. Lalu untuk siapa dan untuk apa kita shalat.